Tentang Kami

Fakra.Wordpress.Com adalah blog berisi kumpulan tulisan Shocheh Ha. untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam memahami risalah agama Islam. Dengan senang hati saya mempersilakan para pembaca yang budiman untuk memberikan komentar, saran, konfirmasi penegasan atau dukungan, bahkan bila ingin menyampaikan pendapat yang berbeda. Namun harapan saya, marilah kita bersama-sama menyingkirkan segala macam adat-istiadat buruk dalam berdiskusi dan bergaul. Mari kita hilangkan kebiasaan mudah terpancing emosi, mudah heran dan menganggap aneh atau nyleneh, mudah menyalahkan orang lain, dan mudah menganggap diri paling benar.

Marilah kita bersama-sama membuka diri, berbekal hati yang berbaik sangka, bersih, jujur dan pemikiran yang jernih mari kita belajar bersama di sini. Pada saat tertentu Anda menjadi guru bagi kami, namun di saat lain Anda dapat belajar di sini dengan sajian seadanya. Kita luruhkan sifat-sifat negatif ingin mencari menang sendiri, ingin mencari kepuasan sendiri dan ingin benar sendiri. Hendaklah kita tetap solid bersatu di atas perbedaan, bersama-sama menciptakan negeri yang tenteram, damai, aman dan sentosa. Kita junjung tradisi saling asah asih dan asuh. Tak lupa saya haturkan beribu terimakasih atas sumbang sih dan konstribusi para pembaca yang budiman di gubuk sederhana ini. Tali persaudaraan lebih utama dari perbedaan yang pasti kita punya.

(Saya kutip sebagian besar kata dan kandungan makna paragrafs diatas dari “Atur Kauningan” ki sabdalangit di http://sabdalangit.wordpress.com. Saya menyetujui dan mengikutinya.)

Tentang pemilik blog

Bernama lengkap Shocheh Muhammad Habib, biasa ditulis Shocheh Ha. dalam posting; disapa dengan nickname ocHie. Terdokumentasi dengan nama Shocheh Rohib Khatim (yang ini karena urusan administratif di Mesir, dimana nama adalah: nama diri, nama ayah, nama kakek atau keluarga).

Lahir dan besar di Semarang, Jawa Tengah. Menimba ilmu agama sejak kecil. Dimulai dari belajar membaca Al-Qur’an kepada ayahandanya sendiri. Dilanjutkan pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyyah Al-Mutaallimin, Meteseh, Semarang. Pendidikan menengah dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyyah dan Madrasah Aliyyah Futuhiyyah 1, Mranggen, Demak. Menjadi santri di Pondok Pesantren Al-Anwar, Mranggen, asuhan K.H. Abdul Bashir Hamzah serta menimba ilmu dari para kyai lainnya di kawasan Mranggen, Demak.

Mengenyam pendidikan Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir pada fakultas Syariah wal Qanun hingga tingkat ke IV (tingkat terakhir jurusan Syariah wal Qanun adalah tingkat V). Aktif menyimak halaqah-halaqah keilmuwan para tokoh ulama, syaikhul masyâyikh dan cendikiawan Mesir saat itu. Mengikuti halaqah pengajaran di masjid-masjid besar di Cairo, semisal Masjid Al-Azhar, Masjid Al-Husain, Masjid Sayyida Zainab, Masjid Darussalam, dan lain-lain. Sempat talaqqi menghafal Al-Qur’ân bersama Syaikh Jabir di Institut Al-Qur’an Internasional di Masjid Khulafaur Rasyidin, Roxie (Heliopolis). Bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Cairo.

Menghabiskan umurnya di Mesir selama hampir 12 tahun untuk belajar, bekerja, berkeluarga dan bermasyarakat.

Aktifitas. Pada tahun 1998-1999 aktif mengikuti diskursus Hak Asasi Manusia di Forum Studi Hak Asasi Manusia (FOSHAM) Cairo yang dibimbing oleh Dr. Noor Hassan Wirajuda (Duta Besar RI untuk Mesir saat itu, Delegasi Indonesia di forum-forum PBB dan mantan Menteri Luar Negeri RI).

Dalam rentang waktu tahun 2000-2004 aktif di dunia maya dengan turut menyemarakkan Pesantren Virtual di www.pesantrenvirtual.com sebagai ketua Presidium Cairo. Menerjemahkan artikel-artikel koran untuk situs ini, dan turut memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dikirim ke Forum Konsultasi Pesantren Virtual. Memoderatori milis komunitas muda NU paling ramai saat itu: kmnu2000@yahoogroups.com. Dan sempat aktif di Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama-Mesir sebagai kordinator Lembaga Dakwah Nahdhatul Ulama. Aktif dalam forum-forum diskusi kefakultasan, mengikuti even-even seminar dan dialog.

Berpartisipasi sebagai salah satu penulis sajak yang dipilih dan diterbitkan dalam Antologi Puisi Negeri Seribu Menara Nafas Peradaban (diterbitkan oleh ICMI Orsat Kairo) yang dieditori oleh Habiburrahman Elshirazy (sekarang novelis). Pernah menjadi wakil pemimpin redaksi Bulletin Prestasi milik Kelompok Studi Walisongo (KSW), Cairo, serta turut aktif dalam pendirian kelompuk studi Forum Studi Syariah wal Qanun (FSQ), Cairo.

Dalam dunia penerjemahan pernah menerjemahkan surat-surat kenegaraan untuk kedutaan, dan membantu beberapa kawan menerjemahkan beberapa buku untuk penerbit.

Sejak akhir Juni 2009 kembali ke Semarang untuk menemani isteri yang akan melahirkan anak keduanya (Hamhiro Naja) yang lahir pada awal Juli 2009. Kegiatannya sejak saat itu adalah turut merawat anak-anak tercinta diselai jeda untuk menerjemahkan buku-buku berbahasa Arab yang dipercayakan oleh penerbit Ihwah Publishing House. Buku-buku yang telah diterjemahkannya untuk penerbit ini adalah, diantaranya: Ikatan Suci—novel karya sastrawan kenamaan Mesir, Taufik El Hakim (tidak diterbitkan karena isi novel berbeda dengan visi penerbit); Orang-orang Allah—kumpulan cerpen karya Najieb El Kailani (belum terbit); Menuju Rumah Ekonomi Muslim atau Muslim Ultra Kaya, karya Dr. Dawwaba (belum terbit); Success With Quran karya Majdi Hilali (belum terbit) dan tiga judul lainnya dalam proses penyelesaian. Adapun terjemahannya yang sudah terbit dan beredar adalah Way to Success and Rich, buku motivasi karya Dr. Ibrahim Elfiky dan Para Mujahid Cinta, novel sejarah karya Najieb El Kailani.

Akhir Maret 2011 anak ketiganya lahir (weleh, cepet men🙂, walhamdulillah.

Berikut adalah Sajak Penghapus Formalitas Setempel yang masuk dalam Antologi Puisi Negeri Seribu Menara Nafas Peradaban (diterbitkan oleh ICMI Orsat Kairo) berjudul SETEMPEL (setempel pertama maksudnya adalah IJAZAH, gelar dan sejenisnya:-).

SETEMPEL I

Aku terlemparkan

dari permata agraris,

tercampakkan dari mutiara bahari.

Ia telah membuatku berkhayal

melebihi seorang camat.

Ia yang hanya produk sekolah marjinal itu

telah mencaloi nyaliku

untuk melawan perintah bapak

Mencangkul!

Melaut!

SETEMPEL II

Ketika kata-kata

menjadi lumpur becek,

betapa aku tak paham.

Bagaimana kebohongan-kebohongan itu

disetempelkan?!

SETEMPEL III

Dan ketika data statistik

tak lagi mampu menampung hutang-hutang kita,

kemanakah dana pembangunan

amblas terkuburkan?!

SETEMPEL IV

Harga setempel demokrasi di negeri ini

adalah tujuh puluh milyar.

Demokrasi adalah kau dipilih

untuk kembali mengangkat dan mengesahkanku…

Kairo, 12 Maret ’98

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s